Senin, 03 April 2017

Sistem Informasi di Bidang E-COMMERCE


Analisis Web E-Commerce Bukalapak

https://silviosilviando.files.wordpress.com/2016/12/wp-1480741252562.png


1.Pendahuluan

      Perdagangan elektronik atau e-commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barangdan jasa melalui sistemelektronik sepertiinternetatautelevisi, www,  atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.Industriteknologi informasimelihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapandarie-bisnis(e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing),atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (onlinetransaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas,tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdataataupangkalan data(databases), e-surat atausurat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website).MenurutRiset Forrester , perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.


Sabtu, 28 Januari 2017

ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).

ITIL dibangun sejak tahun 1980 oleh The Central Computer and Telecommunications Agency (CCTA), sekarang disebut Office of Government Commerce (OGC).  Pada awalnya ITIL terdiri dari 40 publikasi.  ITIL diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di Eropa sekitar tahun 1990-an, dan sejak itu berkembang dengan pesat.  ITIL digunakan baik oleh perusahaan maupun oleh government.

Pada tahun 2001 ITIL versi 2 dikeluarkan, terdiri dari 8 publikasi.  Beberapa tahun kemudian ITIL ini menjadi IT Service Management best practice yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

ITIL versi 3 datang pada tahun 2007 dengan 5 publikasi yaitu Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation and Continual Service Improvement. Versi ini menekankan pada integrasi antara bisnis dengan IT dan menekankan pada pendekatan lifecycle untuk  service management.
 
      Manfaat ITIL: 
1.  Peningkatan kepuasanpengguna dan pelanggan dengan layanan IT 
2.  Ketersediaan layanan yang meningkat, langsung berdampak pada keuntungan usaha 
3.  Penghematan keuangan dari berkurangnya rework, kehilangan waktu, pengelolaan 
      sumber daya manajemen yang lebih baik 
4   Perbaikan time to market produk dan jasa baru 
5.  Pengambilan keputusan yang lebih baik 
6.  Minimasi resiko
 
Siklus Layanan ITIL
Kelima bagian ITIL yang disebutkan di atas dikenal sebagai bagian dari Siklus Layanan ITIL (ITIL Service Lifecycle).


A.  Service Strategy

Service Strategy merupakan inti dari siklus layanan ITIL ( ITIL Service Lifecycle). Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tetapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup :
1.  Pembentukan pasar untuk menjual layanan
2.  Tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal
3.  Aset-aset layanan
4.  Konsep portofolio layanan
5.  Strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle.
Selain itu, di dalam Service Strategy juga terdapat proses-proses yang dicakup di dalamnya seperti :
1.  Service Portofolio Management
2.  Financial Management
3.  Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan atau sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

B.  Service Design

Manfaat dari Service Design di sini adalah memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Sebelum pembuatan sebuah layanan TI, sudah seharusnya layanan TI tersebut harus di desain terlebih dahulu dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan agar layanan TI tersebut dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis.
Layanan dari Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain yang berguna untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio atau koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup dari Service Design tidak hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
1.       Service Catalog Management
2.       Service Level Management
3.       Supplier Management
4.       Capacity Management
5.       Availability Management
6.       IT Service Continuity Management
7.       Information Security Management

C.  Service Transition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1.       Transition Planning and Support
2.       Change Management
3.       Service Asset & Configuration Management
4.       Release & Deployment Management
5.       Service Validation
6.       Evaluation
7.       Knowledge Management

D.  Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian dari pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalam Service Operation terdapat berbagai panduan cara bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1.       Event Management
2.       Incident Management
3.       Problem Management
4.       Request Fulfillment
5.       Access Management

E.  Continual Service Improvement (CSI)
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/ITIL
 
 

COBIT 5

 
 
COBIT atau Control Objectives for Information and Related Technology merupakan kerangka kerja tata kelola IT Governance Framework dan kumpulan perangkat yang mendukung dan memungkinkan para manager untuk menjembatani jarak yang ada antara control requirement, technical issues dan bussiness risk.
          COBIT versi 5 atau COBIT 5 adalah edisi terbaru dari Framework COBIT ISACA yang menyediakan penjabaran bisnis secara end-to-end. COBIT 5 menyediakan prinsip-prinsip, praktek-praktek, alat-alat analisa yang telah diterima secara umum untuk meningkatkan kepercayaan dan nilai sistem-sistem informasi dan juga dibangun berdasarkan pengembangan dari COBIT 4.1 dengan mengintegrasikan Val IT dan Risk IT dari ISACA, ITIL, dan standar-standar yang relevan dari ISO.

COBIT 5 memiliki 5 perinsip dasar:
1. Pemenuhan kebutuhan Stakeholder
Berguna untuk pendefinisan prioritas untuk implementasi, perbaikan, dan jaminan. 
2. Covering enterprise end-to-end
Bermanfaat untuk mengintegrasikan tata kelola TI perusahaan kedalam tata kelola perusahaan. Sistem tata kelola TI yang diusung COBIT 5 dapat menyatu dengan sistem tata kelola perusahaan dengan mulus.
3. Applying a single intergrated framework
Sebagai penyelarasan diri dengan standar dan framework relevan lain, sehingga perusahaan memapu menggunakan COBIT 5 sebagai framework tata kelola umum dan integrator.
4. Enabling a holistic approach
COBIT 5 memandang bahwa setiap enabler saling memperngaruhi satu sama lain dan menentukan apakah penerapan COBIT 5 akan berhasil.
5. Separating governance from management
COBIT membuat perbedaan yang cukup jelas antara tata kelola dan manajemen. Kedua hal tersebut mencakup brbagai kegiatan yang berbeda, memerlukan struktur organisasi yang berbeda, dan melayani untuk tujuan yang berbeda pula.

Rabu, 21 Desember 2016

Pemrograman Berbasis Block

             A.   Pengertian Pemrograman Berbasis Block
        Visual Block Programming adalah membuat aplikasi tanpa kode satupun. Mengapa disebut visual block programming?, karena kita akan melihat, menggunakan, menyusun dan drag-drops “block” yang merupakan simbol-simbol perintah dan fungsi  event handler tertentu dalam membuat aplikasi, dan secara sederhana kita bisa menyebutnya tanpa menuliskan kode program –coding less.

Dalam komputasi, sebuah bahasa pemrograman visual adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan pengguna membuat program dengan memanipulasi unsur-unsur program grafis bukan dengan menentukan mereka secara tekstual. Sebuah VPL memungkinkan pemrograman dengan ekspresi visual, pengaturan tata ruang dari teks dan simbol grafis, digunakan baik sebagai elemen sintaks atau notasi sekunder. Sebagai contoh, banyak VPLS (dikenal sebagai dataflow atau pemrograman diagram) didasarkan pada gagasan "kotak dan panah", di mana kotak atau benda layar lainnya diperlakukan sebagai entitas, dihubungkan dengan panah, garis atau busur yang mewakili hubungan.



             B. Contoh Pemrograman Berbasis Blok      

              1. Scratch
Scratch adalah bahasa pemrograman yang ditunjukan untuk anak-anak agar mereka bisa membuat program tanpa harus mempelajari penulisan kode teks. Mereka cukup merangkai blok-blok penyusun program, yang tersedia di scratch dan dapat dipakai untuk membuat permainan (game), animasi, dan program-program kreatif lainnya. Program scratch juga dapat digunakan untuk mengendalikan robot.

2. App Inventor
App Inventor adalah aplikasi web sumber terbuka yang awalnya dikembangkan oleh Google, dan saat ini dikelola oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT).
App Inventor memungkinkan pengguna baru untuk memprogram komputer untuk menciptakan aplikasi perangkat lunak bagi sistem operasi Android. App Inventor menggunakan antarmuka grafis, serupa dengan antarmuka pengguna pada Scratch dan StarLogo TNG, yang memungkinkan pengguna untuk men-drag-and-drop objek visual untuk menciptakan aplikasi yang bisa dijalankan pada perangkat Android. Dalam menciptakan App Inventor, Google telah melakukan riset yang berhubungan dengan komputasi edukasional dan menyelesaikan lingkungan pengembangan online Google.

3.  Alice
Alice adalah perangkat lunak buatan Universitas Carnagie Mellon yang ditujukan untuk mempelajari pembuatan aplikasi grafik berdimensi tiga.

C.  Pembahasan Aplikasi Scratch
              Pada postingan ini saya akan membahas Scratch karena ini lah yang menurut saya paling mudah pengunaannya                  
              Alasan saya memilih aplikasi ini adalah bahasa yang digunakan lebih bersahabat dengan bahasa yang kita gunakan. Bahkan bisa menggunakan bahasa indonesia. Cara menggunakannya memang agak menyulitkan saat diawal karena sangat berbeda dengan Pemrograman berbasis teks. Tapi dengan latihan rutin kita akan dapat mempergunakannya dengan mudah. Aplikasi ini hanya menyuruh kita men-Drag blok-blok yang sudah disediakan dan program akan berjalan dengan yang kita perintahkan. Cukup mudah bukan? Berikut adalah screenshot dari aplikasi Scratch :







Rabu, 23 November 2016

Sistem Terkomputerisasi - Sistem Perpustakaan

Pengertian Sistem Terkomputerisasi
Menurut Jogyanto,HM, Pengenalan Komputer, Yogyakarta, 1999 :
“Sistem komputerisasi adalah penggunaan computer sebagai alat Bantu dalam kegiatan pengolahan data yang dilakukan secara manual. Data diolah dengan menggunakan computer yang sudah diprogram sebelumnya, pengolahan data ini dimulai dengan perekam data hingga sampai pada pencetakan laporan”.

Pengolahan data secara komputerisasi lebih menguntungkan dibandingkan dengan pengolahan data secara manual. Keuntungan tersebut dapat ditinjau dari beberapa segi. Salah satu dalam hal penyajian laporan yang lebih cepat dan efisien dan akurat. Faktor keuntungan inilah yang menjadi alasan mengapa pengolahan data dilakukan secara komputerisasi untuk menggantikan sistem manual.

Cloud Computing

Pengertian Cloud Computing
                   
Cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan dari pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.
Cloud Computing adalah teknologi informasi layanan yang dapat digunakan atau diakses melalui Internet untuk memberikan kebutuhan informasi penggunanya. Misalnya, layanan Google Apps yang banyak menyediakan berbagai aplikasi bisnis dan hiburan berupa data yang tersimpan di dedicated server atau web hosting yang dapat diakses melalui web browser client seperti desktop, tablet, notebook, komputer, smartphone dan lain-lain. Dengan demikian cloud computing adalah mekanisme menggunakan kemampuan teknologi informasi yang disediakan sebagai layanan berbasis internet.
Bentuk Arsitektur Cloud Computing
      

Jumat, 18 November 2016

Tugas Struktur Organisasi Data 1

  1. Diskusikan hambatan-hambatan yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah indek Inversi untuk Multi-key file.
  2. Diskusikan hambatan-hambatan yang harus dipertimbangkan dalam merancang sebuah indek untuk Multi-list file.
  3. Mengapa kebanyakan implementasi dari struktur alternate-key indek sequential menggunakan pendekatan inverted dibanding pendekatan multi-list ?
  4. Jelaskan permintaan (request) yang dapat dilayani oleh indeknya sendiri dalam sebuah inverted file ?
  5. Pada beberapa Multi-list file, setiap indek entry mencakup panjang dari linked list yang berkaitan. Jenis permintaan apa yang menguntungkan dengan informasi yang tersedia ini. 
  6. Diskusikan keuntungan dan kerugian dalam memberikan tanggung jawab kepada programmer aplikasi untuk merancang file yang digunakan untuk programmnya, dibanding memberikan tanggung jawab kepada orang lain.

Tulisan 3

Analisis PR Bukalapak.com Public Relations  di sini berperan penting sebagai mediator. Bukalapak.com memposisikan seorang  Public...